Blog

  • Saatnya Bergandengan Tangan Atasi Covid 19, Stop Mencari Panggung

    MELANESIATIMES.COM – Ketua Umum PB HMI Ahmad Latupono meminta kepada semua pihak untuk saling bekerjasama bergandengan tangan menangani covid 19. Tidak saling untuk saling menyudutkan.

    “Sudah seharusnya saling bekerjasama, berpikiran positif berlomba-lomba berbuat baik bahu membahu membantu pemerintah menangani kesulitan saat pandemi covid 19,”

    Dia menyayangkan jika ada pihak yang ingin mempolitisir dan menjadi covid 19 mencari panggung menyudutkan pemerintah tanpa berbuat apapun untuk menangani persoalan ini. Jangan ada pihak yang mencari keuntungan saat semua negara juga mengalami musibah.

    “Sebagai seorang tokoh jangan memanfaatkan panggung kepopuleran ditengah pandemi. Harusnya mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M bukan malah terus-terusan membuat kerumunan massa,” bebernya.

    Ahmad menyarankan agar mereka-mereka yang berambisi untuk berkuasa tetap patuhi protokol kesehatan dan menjadi teladan yang baik buat masyarakat.

    “Sama-sama cari solusi, dan duduk bersama cari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah besar agar pandemi cepat berlalu. Bukan malah memperburuk suasana,” pungkasnya.

  • Fadli Rumakefing, Sudah Tepat CV Pergantian Jaksa Agung Masuk SEKNEG

    MELANESIATIMES.COM – Arteria Dahlan, Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat Komisi III bersama KAPOLRI, Rabu 30 September 2020. Arteria menghembuskan kabar beredarnya CV (Curriculum Vitae) calon penganti Jaksa Agung ST Baharuddin yang sudah beredar dalam Kementerian Sekretaris Negara (Sekneg), berkaitan dengan insiden terbakarnyanya beberapa bulan yang lalu.

    Kabar tersebut, mendapat tanggapan dari Fadli Rumakefing Ketua Korupsi Nasional Watch (KORONA WATCH). Ia mengatakan bahwa, kalau memang hembusan angin yang disampaikan Arteria Dahlan dalam rapat tersebut benar adanya maka, sudah tepat!. “Presiden harus bersikap tegak lurus, Penegak hukum harus bersikap tegak lurus, siapa saja yang terindikasi terlibat dalam kasus Djoko Tjandra harus diperiksa dan jika terbukti terlibat, maka harus diadili sesuai dengan aturan perundang – undangan yang berlaku, Ujar Fadli, Kamis, (01/10/20).

    Bang Arteria tidak usah khawatir penunggangan atau kuda hitam, sebagai negara hukum dan masyarakat yang sadar akan hukum mari sama sama kita percayakan kasus dan insiden ini kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti, menelusuri, dan membuktikan siapa saja yang terlibat dan siapa otak intelektualnya, Imbuh Fadli.

    Lanjut Fadli, “Dari awal saya sudah sampaikan solusi kasus Djoko Tjndara dan insiden terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung, Presiden harus hadir melakukan eksekusi kebijakan yaitu dengan menerbitkan Keputusan Presiden (KEPPRES) pergantian Jaksa Agung”, Tegas Fadli.

    Ia pun mengatakan bahwa, Eksekusi kebijakan yang dilakukan oleh Presiden itu penting sebagai upaya dan ikhtiar membantu penegak hukum dalam membuka tabir kasus Djoko Tjandra dan insiden kebakran Kejagung. Adapun di sisi yang lain, peran serta langka-langka hukum yang dilakukan oleh MABES POLRI sebagai institusi penegak hukum dalam hal ini (Bareskrim Mabes Polri) sudah tepat, Ujar Fadli.

  • Serahkan Bantuan Modal Kerja, Presiden: Jangan Patah Semangat

    Melanesiatimes.com – Presiden Joko Widodo turut mengajak para penerima bantuan modal kerja untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berniaga

    Presiden Joko Widodo menyerahkan secara langsung bantuan modal kerja bagi para pelaku usaha mikro dan kecil pada Selasa, 29 September 2020. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    Saat berbincang dengan para pelaku usaha kecil tersebut, Presiden menjelaskan bahwa situasi yang tengah dihadapi mereka saat ini juga dihadapi oleh para pelaku usaha kecil lain maupun besar. Baik di Indonesia maupun di setidaknya 215 negara di dunia yang ikut terdampak Covid-19.

    “Kita tahu bahwa sekarang ini memang baru pada kondisi pandemi Covid, semuanya merasakan termasuk Bapak/Ibu semuanya, ini terjadi tidak hanya di Indonesia. Terjadi di 215 negara. Kondisinya sama persis, kesulitan-kesulitannya, semuanya sama,” ujarnya.

    Menurutnya, dalam situasi saat ini, seluruh pihak harus dapat bertahan dan bekerja lebih keras dari sebelumnya.

    Kepala Negara memahami bahwa keuntungan dan omzet para pelaku usaha mengalami penurunan di tengah pandemi saat ini. Namun, Presiden mengajak agar seluruh pihak tidak patah semangat.

    “Saya harapkan semangatnya jangan kendur,” tuturnya.

    Aman Nurmansyah, seorang pedagang kaki lima yang sehari-harinya berjualan kaki lima di sekitar jalan Pajajaran, Kota Bogor, berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Presiden itu.

    “Saya berterima kasih kepada Bapak dapat bantuan ini. Setidaknya kita bisa bertambah lagi (kemampuan) untuk berjalan ke depannya,” kata Aman yang biasa berjualan cakwe dan odading ini.

    Ia juga bercerita bahwa meski sempat mengalami penurunan hasil penjualan di tengah pandemi ini, dirinya terus berjuang dan tidak patah semangat. Aman Nurmansyah juga bersyukur masih tetap dapat melanjutkan usahanya.

    “Saya jualan cakwe dan odading di Jalan Pajajaran. Sebelumnya saya sudah banyak usaha, tapi ya itu jatuh-bangun. Saya tidak menyerah, terus berjalan. Alhamdulillah sekarang tetap lanjut walaupun omzetnya menurun. Yang penting kita bertahan buat sehari-hari,” ungkapnya.

    Oleh karenanya, bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta yang diserahkan langsung tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi. Kepada mereka Presiden mengingatkan agar dapat menggunakan bantuan tersebut dengan optimal.

    “Kalau ada sisa, jangan sampai kemudian dibelikan ke hal-hal yang konsumtif,” kata Presiden.

    Selain itu, Kepala Negara juga mengajak dan mengingatkan para pelaku usaha kecil dan mikro tersebut untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas menjajakan barang dagangannya.

    “Hati-hati betul, kalau berjualan pakai masker. Apalagi yang berjualan makanan, sering cuci tangan. Memberikan dagangannya juga jaga jarak, kalau bisa jangan sampai bersentuhan,” ujarnya.

    Untuk diketahui, sebanyak 63 pelaku usaha mikro dan kecil yang berasal dari sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor hadir dalam dua sesi penyerahan untuk menghindari kerumunan dan memudahkan penerapan ketat protokol kesehatan.

    Hadir dalam acara penyerahan bantuan modal kerja tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.

  • SBT Part1 : MUFAKAT (Mukti-Fachri)

    Penulis : Iksan Sugandi

    MELANESIATIMES.COM – 2015 penanda perubahan di Negeri Ita Wotu Nusa. Mufakat ditetapkan oleh KPUD SBT dengan no SK 34/Kpts/KPU-Kab-O29.433651/XII/2015. Mufakat memperoleh perolehan suara sebesar 36.959 (54,33%) mengalahkan lawannya SUS-GO 31.071 (45,67%) dari total DPT 97.492 suara.

    Perlu diketahui bahwa Mufakat yang berjargon SATU HATI dipimpin oleh sosok petarung muda, F. Ali Kolatlena (FAK) yang baru menduduki jabatan Anggota DPRD Kab. SBT belum genap setahun. Beberapa tokoh kawakan pun bergulat di dalamnya, antara lain Agil Rumakat (AR), Bahrum Wadjo (BW), Udin Rumasilan (UR), Husin Rumadan (HR), Ismail Rumbalifar (IR), Abdul Latif Suin (ALS), Noaf Rumau (NR) serta beberapa tokoh muda lainnya.

    Peran penting pun dimainkan oleh Gubernur aktif, Said Assagaf yang memberikan tugas kepada 3 orang, Sam Latuconsina, Azis Mahulette, dan Halimun Saulatu untuk mengkoordinasikan strategi kemenangan, dukungan finasial, serta taktik Hari-H.

    Sosok kepemimpinan yang telah dimiliki sejak kecil, Bapak AMK ditambah lagi dengan kecerdasan alumnus Kairo, Sang Ustadz kondang, FHA mampu memberikan suasana pertarungan yg cukup sengit. Satu hal yg menarik adalah teriakan lantang Ali Kolatlena (Parang Teor) bahwa, “saya akan mengundurkan diri dari ALeg jika Mufakat kalah di Teor”. Ini membawa semangat kepada petarung2 lainnya untuk bekerja melebihi kapasitas Ketua Tim Pemenang.

    Janji-janji politik, mulai dari pembangunan infratruktur, 5000 lapangan kerja hingga air bersih di seluruh desa, merasuki sanubari pemilih. Bahkan pemilih pada kategori pengangguran aktif (sarjana), bersedia memberikan ijazahnya akibat dijanjikan nanti akan dijadikan PNS. Lawan tanding yang seimbang, karena saat itu pesona Abdullah Vanath (AV) masih cukup mengakar pada tataran Grass Root. “AV memberikan semangat tarung yang apik pada kami”, ujar Ali Kolatlena sesaat setelah Mufakat ditetapkan sebagai pemenang oleh KPUD SBT.

    Menang!!!
    Menang!!!
    Menang!!!

    Mufakat sungguh hebat. Perjuangan yang dirasakan dalam darah bahkan sampai pada baba, nina, arobi di kampung – kampung.

    Fantastis ! ! !

    Edisi kemenangan ini oun pada akhirnya berdampak pada perubahan arah hidup masyarakat. Pejuang2 mufakat merasa bahwa semua oerjuangan harus di nikmati sehingga pekerja laut (nelayan), pekerja hutan (petani), pekerja jalanan (tukang ojek) yang menjaga duaun2 dan kampung2, melakukan migrasi besar2an ke Kota Bula dengan harapan mendapatkan sedikit proyek dari pemerintah. Namun hal ini akan saya kupas di part lain.

    Bersambung

    #PenaBicara

  • Penghianat dan Pembela Negara

    MELANESIATIMES.COM – Keduanya sama-sama wanita. Keduanya pun sama-sama lahir dan besar di Indonesia. Lalu sama-sama dibiayai negara berangkat ke mancanegara. Silvany menyejukan hati karena membela bumi pertiwi di PBB dari serangan Vanuatu yang selalu menyoal tentang Papua yang tak diketahui dan bukan yuridiksinya.

    Sedangkan Veronica jadi kuman bagi bangsa ini, karena mendapat bea siswa dari negara untuk studi di Australia, tapi alih-alih ikut mengharumkan bangsanya, ia justru jadi penghianat negara dengan selalu menyudutkan pemerintah terkait dengan Papua yang justru telah dibangun dengan luar biasa.

    Kini Vero belum kembali dan bersembunyi di balik ketiak Australia yang kerap kepo dan ribet ikut ngurusin Papua. Seolah lupa bagaimana ribetnya dulu mendukung Timor Timur merdeka, tapi kini setelah menjadi Timor Leste, realitanya bakal menjadi negara termiskin, dan banyak warganya yang menyesalinya.

    Silvany membanggakan, dan pastilah ia pun bangga karenanya. Sedangkan Veronica tercela, dan pastilah ia pun merana karena ulahnya, tapi seolah kini dia bahagia dibalik kepalsuan dan kesendiriannya di Australia.

    Bravo Silvany..
    Sontoloyo Veronica..

    #NKRITidakRugi Tanpa Veronica

  • ETOS Institute; Kebusukan di Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Segera Tersebar

    Melanesiatimes.com – Ditengah ramainya persiapan Pilkada serentak yang di restui pemerintah untuk tetap diselenggarakan, disatu sisi wabah covid 19 yang sampai hari ini semakin merajalela, ditambah persoalan-persoalan para penyelenggara Pilkada serentak 270 Kabupaten, kota dan provinsi yang sampai hari ini banyaknya kota kosong bermain melawan petahan, yang kebetulan para petahana banyak terindikasi kasus-kasus penyalahgunaan APBD daerah yang dipimpinnya.

    Begitu juga dengan Kabupaten Raja Ampat yang sampai hari ini mengalami semua yang terjadi tadi.

    Dari kasus APBD, perlawanan kotak kosong yang semakin kuat, adanya dugaan ASN gadungan yang di fasilitasi, (Karena ASN Gadungan ini adalah om dari incumbent), sampai dapat bantuan Bansos dari pemerintah pusat.

    Ditemui di Jakarta Selasa 29/9/2020, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandar memberikan tanggapannya, terkait persoalan tersebut.

    Menurut nya peristiwa di kabupaten Raja Ampat Papua Barat adalah simbol perlawanan rakyat, sudah jelas rakyat sudah tidak mau dipimpin oleh incumbent lagi, tapi sekarang incumbent terus dipaksa-paksa.

    Saya yakini bahwa pertarungan kota kosong melawan incumbent di kabupaten Raja Ampat akan dimenangkan oleh kotak kosong, maka dari sekaranglah masyarakat berhimpun menjadi satu kesatuan melawan incumben yang banyak masalahnya. Mulai dari penyalahgunaan wewenang jabatan, beliau bisa merampok APBD lewat beberapa proyek dan coba memanipulasi data ASN gadungan untuk om nya tersebut. Tutur Iskandar

    Saya sangat yakin bahwa masyarakat Kabupaten Raja Ampat sudah cerdas dan bisa membandingkan mana pemimpin amanah dan mana pemimpin rampok. Tutur Iskandar

    “Rakyat tak perlu diprovokasi lagi, mereka sudah sadar, mereka sadar akan keadaan yang semakin menindas hak-hak rakyat sepenuhnya.”

    Terkait ASN palsu, apakah ada nantinya teguran dari pusat terkait itu semua?Kita berharap demoga semua cepat terealisasi kata Iskandar, surat resmi sudah saya tayangkan kepada pimpinan birokrat tertinggi di pusat, yaitu ke Kemenpan kepada pak Tjahyo Kumolo dan ke Kepala BKN RI bapak Bima Aria Wibisana, saya juga layangkan surat resmi kepada Mabes Polri terkait ada unsur pidana nya, nanti Mabes Polri pasti berkordinasi ke Mapolda Papua Barat untuk eksekusi orang ini dan siapa pemberi fasilitas ini semua.

    Penyalahgunaan APBD juga menjadikan adik kandung incumbent menjadi tersangka Kajati Papua Barat atas proyek spiteng dengan kerugian negara senilai 7 Milyar rupiah.

    “Ini harus dihentikan, dan saya yakin masyarakat kabupaten raja ampat paham siapa yang akan dipilih dan kayak memimpin di daerahnya.”

    Jadi untuk kabupaten Raja Ampat dipastikan kotak kosong pemenangnya?Iskandar menjawab dengan tegas iya, selagi KPUD Kabupaten Raja Ampat tak punya opsi menghadirkan calon perlawanan, maka saya pastikan kotak kosong pemenangnya, dan kotak kosong adalah suara rakyat.

    “Biarlah kotak kosong nanti yang akan mendaulat pemimpinnya.”

    Dipastikan juga ada 2 Parpol pendukung incumbent yang akan menarik mandat dukungannya terhadap incumbent, pastinya dirasakan sangat berbahaya jika dukunga terus dilakukan ke incumbent. Tutur Iskandar, saat menutup wawancaranya.

  • Video Hoax.!! Egianus Kagoya Menantang TNI POLRI

    MELANESIATIMES.COM – Beberapa hari ini beredar video pendek yang berisi sekelompok orang di sebuah gubuk yang mengaku KKSB. Sesorang dalam kelompok tersebut mengaku sebagai Egianus Kagoya. Dalam video tersebut, mereka menantang TNI dan Polri, pasukan Raider, Kostrad dan Kopassus untuk datang untuk perang terbuka.

    Kejanggalan nampak jelas dalam video tersebut. Pertama ciri fisik dari orang-orang dalam video tersebut tidak menunjukkan sebagai ciri fisik yang sama dengan umumnya anggota KKSB. Selain itu logat suara yang muncul berbeda dengan logat yang biasa muncul dari Egianus Kagoya.

    Dengan wajah yang hampir semua ditutupi, kulit putih bersih, dan lingkungan yang nampak bukan daerah hutan, tempat Egianus Kagoya bersembunyi, kelompok tersebut dapat dipastikan adalah bukan kelompok KKSB pimpinan Egianus Kagoya. Bahkan kejanggalan lainnya yang nampak signifikan adalah di saat narasi tantagan terjadi, sebuah sepeda motor dengan pengendara laki-laki menggunakan peci lewat dengan sangat santai. Sangat mustahil ini terjadi di daerah kekuasaan Egianus Kagoya.

    Video tersebut dapat dinyatakan sebagai penipuan dengan maksud tertentu. Kemungkinan besar video tersebut bertujuan untuk memancing TNI Polri. Meskipun demikian dengan berbagai kejanggalan yang sangat vulgar tentu saja TNI Polri tidak akan menanggapi video tersebut.

  • Aliansi Pemuda NTB Bersatu : KAMI Memecah Belah Bangsa

    Melanesiatimes.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung di dalam Aliansi Pemuda NTB Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Karang Jangkong.

    Dalam aksinya itu, para pemuda yang terdiri dari elemen DPC GMNI Kota Mataram, PKC PMII Bali Nusa Tenggara dan OKP Provinsi NTB, menyatakan menolak keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di wilayah mereka.

    Koordinator Umum Aliansi Pemuda NTB Bersatu, Kusnadi mengatakan bahwa, alasan mereka menolak keberadaan KAMI di NTB lantaran menilai, bahwa organisasi yang dipimpin oleh Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo dan Rakhmat Wahab adalah kelompok yang memicu perpecahan di antar masyarakat.

    “Menolak keras keberadaan KAMI karena memecah belah bangsa,” kata Kusnadi dalam orasinya, Selasa (29/9/2020).

    Bahkan ia menilai bahwa gerakan yang dinahkodai para eks pejabat yang disebut Kusnadi sebagai kelompok barisan sakit hati dan pecatan itu ingin melakukan penggulingan pemerintahan yang sah.

    “KAMI bukan gerakan moral, tapi gerakan makar,” tegasnya.

    Di dalam kesempatan yang sama, koordinator lainnya yakni Parwadi mengatakan, bahwa agenda deklarasi KAMI di NTB juga telah melanggar protokol kesehatan. Di mana di NTB sendiri juga masih berupaya melakukan penanggulangan COVID-19.

    “KAMI tidak patuh protokol kesehatan, jelas gerakan ini tidak bisa dipercaya,” kata Parwadi.

    Oleh karena itu, ia pun menyerukan kepada masyarakat di NTB agar berkomitmen untuk menjaga kondusifitas nasional dan mematuhi protokol kesehatan. Karena menurutnya, upaya memberantas virus ini perlu ada keterlibatan kolektif dari seluruh stakeholder yang ada.

    “Mengajak semua masyarakat NTB tetap patuhi protokol Covid-19 demi keselamatan masyarakat NTB,” ujarnya.

    “Serta mengajak masyarakat NTB untuk tetap waspada pada isu intoleran dan perpecahan di tangah Pandemi Covid-19,” imbuhnya.

    Terakhir, koordinator lainnya yakni Solihin meminta kepada aparat dan pemerintahan di NTB untuk menolak deklarasi KAMI yang berpotensi menimbulkan konflik sosial dan melanggar protokol kesehatan itu.

    “Meminta pemerintah daerah NTB ikut serta menolak deklarasi KAMI di tengah Covid-19,” tutupnya. [REL]

  • Terkait Pilkada, Pemerintah Dinilai Tak Komitmen, Harus Dilawan.!!!

    Melanesiatimes.com – Kondisi negara hari ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, ekonomi kita sedang perlahan-lahan terjun bebas, peristiwa wabah covid yang mengacau dunia juga telah membuat Indonesia khususnya menjadi terpuruk dalam segala sektor, ekonomi, politik, budaya dan lain-lain.

    Sekolah, kampus, kantor, mall mengalami dampak terhebat dengan membatasi semua kegiatan-kegiatannya, tetapi peristiwa politik hari ini yang namanya Pilkada tetap berjalan atas regulasi pemerintah.

    Satu sisi rakyat kita dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan.
    Apakah pemerintah masih punya komitment terhadap rakyatnya?

    Ditemui di Jakarta, Selasa 29/9/2020, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah memberikan tanggapannya, kita sudah dalam kondisi yang sangat rendah, diatas hari ini terlihat baik-baik saja, tetapi rakyat hari ini sudah banyak yang susah makan, karena kondisi ekonomi mereka terpuruk.

    Pemerintah seperti abai atas semua ini.
    Betapa tidak, sekolah, kampus, kantor, mall di close karena wabah covid ini, satu sisi peristiwa politik yang namanya Pilkada serentak 2020 tetap berlangsung atas regulasi yang sudah disepakati oleh Legislatif, Eksekutif dan lembaga-lembaga pengelenggaranya, peraturan demi peraturan dibuat seolah negara memberlakukan nya secara tertib dan tak pandang bulu, tapi implementasinya nol besar.

    Peristiwa Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan dengan jaminan dan peraturan yang sudah ditetapkan, ditambah lagi siapapun pelanggarnya dikenai sanksi, senang mendengarnya tapi tak ada implementasinya kata Iskandar.

    Lanjut kata Iskandar, betapa tidak, hari ini media mempertontonkan ulah mantu kepala negara ini melanggar protokol kesehatan yang katanya sanksi nya keras, bahkan terancam didiskualifikasi, tapi nyatanya baik-baik saja, bahkan Bawaslu setempat pun tak bisa berbuat apa-apa. Artinya negara dalam hal ini sudah tak komitment atas aturan-aturannya, jadi harus dilawan.

    Dilawan bukan berarti memberontak, tapi kita terus kritisi, terus ingatkan, supaya pemimpin-pemimpin kita ingat, setelah ini mereka akan pulang pada kehidupan yang abadi dan mereka sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya disana.
    Hukum didunia bisa diputar-putar seenakdan semau kekuasaan, tapi hukum Allah SWT tak ada toleransi.
    Sebagai rakyat terus kita ingatkan supaya mereka pemimpin kita tak terpelosok terlalu dalam nantinya jika mereka mati.

    Ketika ditanya apakah Pilkada serentak tetap tak relevan dilaksanakan disaat wabah covid 19 ini?, Iskandar menjawab, sangat tidak relevan, kondisi rakyat sudah susah segala-galanya ini masih ngotot aja mereka-mereka itu.

    Pilkada ada atau tidak tak akan berpengaruh terhadap kondisi rakyat, karena hari ini rakyat sudah muak sama yang begituan,

    Pernyataan sekjend PDIP mas Hasto juga makin ngawur buat saya, dia akan bentuk satgas-satgas covid 19 di titik daerah penyelenggaran Pilkada serentak 2020 ini, pertanyaan saya, membuat itu tak mungkin tak pakai uang, kenapa uangnya tak digunakan untuk rakyat?, sampai hari ini saya tak pernah mendengar satu partai politik pun yang berbicara soal covid 19 ini, semua seperti kebelet tetap melaksanakan Pilkada serentak 2020 ini.

    Kalau dipandang dari segi dagang, Pilkada ada atau tidak Parpol sudah menang banyak kok, kata Iskandar.

    Kursi-kursinya khan sudah dibeli sama para bacalon Pilkada 2020 ini, angkanya pun fantastis, apa lagi yang mereka teriakan?

    Mereka hanya melihat ini dari sisi politik dan mengacuhkan sisi keselamatan rakyat dan kesehatan rakyatnya.

    Menurut bang is apakah Regulasi Pilkada serentak 2029 adalah bentuk tak komitmentnya pemerintah terhadap rakyat?, Iskandar menjawab sangat tidak berkomitmen, jadi harus tetap dilawan, karena rakyat segala-galanya.
    Nyawa satu rakyat kita sangat berharga. Tutur Iskandar.

  • Erick Tohir Anti Kritik, PB HMI Sarankan Mundur Dari BUMN.!

    MELANESIATIMES.COM – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sarankan Erick Tohir mundur dari jabatannya sebagai Menteri BUMN. Pasalnya Erick Tohir dinilai tidak dewasa dalam iklim demokrasi di Negara Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Ahmad Latupono selaku Ketua Umum Pengurus Besar – Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 28/9/2020.

    Ahmad menyampaikan kekecewaannya terhadap Menteri BUMN tersebut yang memiliki sikap anti kritik dan terkesan mengedepankan sikap arogan dalam menyikapi setiap kritik yang muncul dari publik.

    “harusnya Pak Erick dewasa menyikapi kritik yang lahir dari publik, negara kita kan beriklim demokrasi, jadi jangan terlalu baper menghadapi situasi seperti ini”. Kata Ahmad.

    Sebelumnya telah terjadi aksi demonstrasi di Gedung Kementerian BUMN yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memasang spanduk bertuliskan Menteri Erick Gagal, yang kemudian berbuntut pada pelaporan dari pendukung Erick Tohir kepada pihak kepolisian pada tanggal 24/9/2020 lalu.

    Ahmad pun kembali menyayangkan atas perlakuan para pendukung Erick Tohir yang melakukan pengrusakan terhadap baliho dan atribut-atribut aksi pada waktu itu, Ketua Umum PB HMI pun menyayangkan sikap dari Menteri BUMN tersebut yang seakan melakukan pembiaran terhadap pelaporan tersebut yang tentunya akan menyulut benturan antar satu sama lain.

    “harusnya jangan seperti itu, biarkan saja para peserta aksi meyampaikan aspirasinya. Ini yang sangat saya khawatirkan, terjadi benturan sesama rakyat, dan Pak Erick menyaksikan itu, harusnya Pak Menteri bersikap, bukan malah seakan menyulut pendukungnya untuk melakukan pelaporan”. Sambung Ahmad.

    Pemuda asal Maluku tersebut menekankan kepada Erick Tohir dan kepada siapa saja yang berstatus sebagai pejabat negara untuk lebih rilex dan dewasa dalam menghadapi kritik dan aspirasi yang muncul dan lahir dari publik. Ahmad Latupono pun kembali menegaskan, atas insiden pelaporan tersebut Ia menyarankan kepada Erick Tohir selaku Menteri BUMN untuk mundur dari jabatannya jika dirasa risih dan gerah terhadap kritik.

    “jika dirasa risih dan gerah terhadap kritik lebih baik mundur saja. Dan kepada siapa saja yang berstatus sebagai pejabat negara, lebih dewasa dalam menghadapi kritik, karena memang begitu iklim demokrasi kita”. Tutupnya.