Blog

  • Tatap Muka Bersama DPRP PBD, Warga Teminabuan: Air Bersih dan Transportasi Laut Jadi Sorotan

    Melanesiatimes.com, SorSel PBD  — Persoalan ketersediaan air bersih, mahalnya biaya transportasi laut, serta keterbatasan fasilitas pelabuhan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam tatap muka bersama Komisi III DPR Papua Barat Daya di Homestay Jerico kabupaten Sorong Selatan, pada Sabtu (10/10/2026) malam.

    Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus memberikan masukan kepada wakil rakyat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

    Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya yang juga anggota Komisi III, Fredy Marlissa, mengatakan, pertemuan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur yang dibiayai melalui APBD provinsi, tetapi juga untuk mendengarkan persoalan aktual yang dirasakan masyarakat.

    Menurut Fredy, kondisi cuaca ekstrem akibat El Niño yang berlangsung cukup panjang turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas dan pengawasan pembangunan di daerah.

    Ia menjelaskan, Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur berupaya melihat langsung kondisi lapangan, termasuk persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah di luar agenda peninjauan proyek fisik.

    Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah kondisi kualitas udara di Kabupaten Sorong Selatan dalam beberapa hari terakhir. Isu tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

    Fredy juga menyampaikan bahwa kunjungan kerja Komisi III sebelumnya telah mencakup peninjauan sejumlah ruas jalan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Papua Barat Daya pada Tahun Anggaran 2026.

    Pihaknya berharap pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.

    Sementara itu, Ketua Komisi III DPRP Papua Barat Daya, Max Hehanussa, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota dewan untuk mendengar langsung dampak kebijakan pemerintah, kondisi pembangunan, serta kebutuhan masyarakat selama dua tahun perjalanan Provinsi Papua Barat Daya.

    Max mengatakan, pembangunan jalan yang telah dikerjakan melalui APBD provinsi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Namun, pembangunan harus terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi III telah meninjau sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Waigo yang menghubungkan wilayah Maybrat, akses menuju Konda, serta jalan di kawasan Wersar.

    Ia menyebutkan, ruas jalan di kawasan Waigo menjadi salah satu perhatian karena selama ini terdapat berbagai keluhan masyarakat terkait akses tersebut. Pekerjaan jalan itu diharapkan dapat diselesaikan pada awal Desember 2026, sesuai dengan perkembangan pelaksanaan di lapangan.

    Max juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan Wersar yang memiliki potensi sebagai daerah pelabuhan. Menurutnya, peningkatan infrastruktur pelabuhan perlu berjalan seiring dengan pembangunan jalan agar konektivitas darat dan laut dapat saling mendukung.

    Ia menilai, pelabuhan bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan salah satu infrastruktur strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi barang, serta membuka peluang pengembangan wilayah pesisir.

    Karena itu, pembangunan dermaga perlu diikuti dengan ketersediaan fasilitas pendukung dan layanan kapal yang memadai. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

    Dalam sesi penyampaian aspirasi, seorang warga Wersar mengungkapkan bahwa masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan atau fasilitas air yang sebelumnya tersedia disebut tidak lagi berfungsi optimal sehingga kebutuhan air sehari-hari belum terpenuhi secara memadai.

    “Kami di Wersar sekarang sedang kesulitan air bersih. Dulu ada bantuan dari Papua Barat, tetapi sekarang sudah tidak berjalan lagi sehingga air yang tersedia tidak cukup untuk kebutuhan masyarakat,” ungkap warga tersebut.

    Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sarana air bersih pada 2027, sehingga masyarakat di kampung-kampung tidak lagi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

    Warga itu juga menggambarkan perubahan kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat. Wilayah yang dahulu dikenal memiliki banyak aliran sungai, menurutnya, kini membuat warga semakin bergantung pada sumber air lain, termasuk sumur dan layanan air bersih.

    Tatap Muka Bersama DPRP PBD, Warga Teminabuan: Air Bersih dan Transportasi Laut Jadi Sorotan
    Tatap Muka Bersama DPRP PBD dan Warga Teminabuan

    Selain air bersih, masyarakat turut menyoroti mahalnya biaya transportasi darat dan laut yang berdampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau.

    Tingginya tarif angkutan kapal dinilai ikut meningkatkan biaya distribusi barang. Akibatnya, harga bahan pokok yang dijual kepada masyarakat di wilayah tersebut menjadi lebih mahal dibandingkan daerah yang memiliki akses transportasi lebih mudah.

    Warga berharap pemerintah dapat mendorong pengoperasian kapal tol laut dengan tarif yang terjangkau untuk memperlancar distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik. Mereka juga meminta peningkatan fasilitas pelabuhan dan pembangunan dermaga yang memadai di kampung-kampung pesisir agar kapal dapat bersandar dengan lebih aman dan aktivitas transportasi laut berjalan lancar.

    Aspirasi tersebut menjadi bagian dari masukan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan program pembangunan dan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

    Max menegaskan, kunjungan dan pertemuan dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya DPRP Papua Barat Daya untuk memahami kebutuhan riil di lapangan. Berbagai masukan yang disampaikan warga akan menjadi catatan penting bagi komisi dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memperjuangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Tatap muka itu turut dihadiri Sekretaris Komisi III Yongky Fonataba, serta anggota Komisi III Erwin Ayal, Sukriyadi, Pieter Kondjol, Robert Wanma, Hanafi Muslim Simurut, Frengky Baru, Wilem Asem, dan Laode Samsir.

    Melalui pertemuan tersebut, masyarakat berharap persoalan mendasar seperti air bersih, akses jalan, transportasi laut, dan fasilitas pelabuhan tidak hanya menjadi bahan pembahasan, tetapi juga mendapat tindak lanjut konkret dalam perencanaan pembangunan Papua Barat Daya.

  • SustainaBlue Capai Tonggak Penting, PT Pandu Bina Sejahtera Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru Indonesia-Malaysia

    Melanesiatimes.com, Jakarta – Proyek SustainaBlue yang melibatkan 11 mitra internasional berhasil mencapai sejumlah tonggak penting setelah tiga tahun pelaksanaan. Program kolaborasi lintas negara ini berfokus pada penguatan ekonomi biru berkelanjutan melalui kerja sama pendidikan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat sipil, dan pelestarian lingkungan di Indonesia dan Malaysia.

    PT Pandu Bina Sejahtera menjadi salah satu mitra dari Indonesia dalam proyek tersebut, bersama Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia di sektor ekonomi biru.

    Konsorsium SustainaBlue turut melibatkan sejumlah institusi dari Malaysia, Yunani, dan Siprus. Dari Malaysia, mitra yang terlibat antara lain Universiti Malaysia Terengganu, Universiti Sains Malaysia, dan Persatuan Pembangunan Akuakultur Malaysia.

    Sementara itu, mitra dari Yunani terdiri atas University of the Aegean, Aegean Rebreath, dan Symplexis. Adapun dari Siprus, proyek ini melibatkan Oceanography Centre–University of Cyprus serta Center for Social Innovation.

    Proyek yang didanai bersama oleh Uni Eropa melalui program Erasmus+ ini menerapkan pendekatan Quintuple Helix, yakni model kolaborasi yang mengintegrasikan perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat sipil, dan lingkungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan ekosistem.

    Presiden Aegean Rebreath, Sarelakos Giorgos, mengatakan pendekatan tersebut menjadi landasan penting dalam memastikan inovasi, kebijakan, dan pendidikan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian laut.

    “Melalui SustainaBlue dan pendekatannya yang menyeluruh, kami memastikan bahwa setiap inovasi, kebijakan, dan upaya pendidikan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut bagi generasi mendatang,” ujarnya.

    Perkuat Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan

    Salah satu capaian utama SustainaBlue adalah pembentukan Sustainable Blue Economy Centers (SBECs) atau Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan di empat perguruan tinggi mitra di Indonesia dan Malaysia.

    Pusat-pusat tersebut dilengkapi fasilitas pendukung dan dirancang menjadi ruang kolaborasi untuk pengembangan pengetahuan, inovasi, serta kerja sama antara perguruan tinggi, pelaku industri ekonomi biru, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

    Dengan kerangka kerja bersama, mandat yang jelas, serta rencana aksi tahunan, SBECs diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata sektor ekonomi biru.

    Kolaborasi tersebut juga didukung melalui pemetaan pemangku kepentingan serta pembentukan jejaring kerja sama berdasarkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Dalam ekosistem ini, PT Pandu Bina Sejahtera turut menjadi bagian dari kemitraan yang menghubungkan sektor industri dengan perguruan tinggi dan mitra internasional.

    Kembangkan Platform Digital dan Keterampilan Tenaga Kerja

    Selain membangun pusat kolaborasi, SustainaBlue mengembangkan Blue & Green Acceleration Platform, sebuah platform digital yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus komunitas untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman, peluang, dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan ekonomi biru dan hijau.

    Platform tersebut dirancang untuk memperluas pertukaran pengetahuan serta mendorong lahirnya kolaborasi dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat sipil, dan unsur lingkungan.

    SustainaBlue juga melaksanakan kajian pasar tenaga kerja di Indonesia dan Malaysia untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, khususnya dalam aspek teknis, digital, dan keterampilan hijau yang dibutuhkan sektor ekonomi biru berkelanjutan.

    Kajian tersebut menghasilkan laporan komprehensif yang memuat rekomendasi penguatan keterampilan digital, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, serta pengembangan hubungan yang lebih erat antara lembaga pendidikan dan dunia industri.

    Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu kedua negara menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompetitif, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, serta mampu menghadapi perkembangan sektor ekonomi biru pada masa mendatang.

    Tingkatkan Kapasitas Perguruan Tinggi

    Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, SustainaBlue juga menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bagi tenaga akademik dan administrasi di empat perguruan tinggi mitra di Indonesia dan Malaysia.

    Program tersebut dilaksanakan melalui modul pembelajaran khusus, webinar, lokakarya, serta pelatihan Training of Trainers (ToT) secara daring. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan institusi dalam membangun, menjalankan, dan mempertahankan kerangka kerja sama yang berkelanjutan.

    Selain itu, tenaga akademik dibekali pengetahuan, keterampilan, dan perangkat pendukung untuk mengembangkan kurikulum inovatif yang berorientasi pada pendidikan keterampilan biru dan hijau.

    Melalui berbagai capaian tersebut, SustainaBlue diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dan industri dalam menciptakan ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

    Tentang SustainaBlue

    SustainaBlue atau Enhancing the Blue Economy in Higher Education Institutions in Malaysia and Indonesia merupakan proyek kerja sama internasional yang didanai Uni Eropa melalui program Erasmus+.

    Proyek ini mempertemukan perguruan tinggi dan organisasi mitra dari Yunani, Siprus, Malaysia, dan Indonesia, termasuk PT Pandu Bina Sejahtera. Fokus utamanya meliputi modernisasi program akademik, penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri, peningkatan keterampilan tenaga kerja aktif, serta pengembangan kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa dalam sektor ekonomi biru berkelanjutan. (**)

  • Exhibition PS Setda Kota Sorong Vs PS Setda Raja Ampat Warnai Pembukaan Trofeo Cup TKBM 2026

    WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Pertandingan ekshibisi PS Setda Kota Sorong melawan PS Setda Kabupaten Raja Ampat mewarnai pembukaan Turnamen Sepak Bola Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat Tahun 2026 di Stadion Klanafat, Waisai, Jumat (9/10/2026).

    Laga persahabatan tersebut menjadi momentum kebangkitan sepak bola di Raja Ampat setelah kegiatan olahraga berskala besar dilaporkan vakum selama kurang lebih tiga tahun.

    Ketua Panitia Trofeo Cup TKBM 2026, Melky Dimara, mengatakan turnamen ini digelar untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sepak bola. Antusiasme peserta bahkan melampaui rencana awal panitia, dari delapan tim menjadi sekitar 20 tim.

    Menurut Melky, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola sekaligus menjadi dorongan bagi berbagai organisasi untuk kembali berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Raja Ampat.

    Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

    Kehadiran PS Setda Kota Sorong dalam laga ekshibisi melawan PS Setda Kabupaten Raja Ampat diharapkan mempererat hubungan antardaerah sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan melalui sepak bola.

    Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola dan mendorong keterlibatan lebih luas dari masyarakat serta organisasi dalam pembinaan olahraga di Raja Ampat.

  • Melky Dimara: Antusiasme Tinggi, Trofeo Cup TKBM Raja Ampat Diikuti 20 Tim

    WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat Tahun 2026, Melky Dimara, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepak bola di Kabupaten Raja Ampat. Turnamen yang semula direncanakan hanya diikuti delapan tim itu berkembang menjadi sekitar 20 tim yang berpartisipasi.

    ‎Hal tersebut disampaikan Melky Dimara dalam laporan panitia pada pembukaan Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat 2026 di Stadion Klanafat, Waisai, Jumat (9/10/2026).

    ‎Melky menjelaskan, turnamen tersebut digagas sebagai langkah awal untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sepak bola di Raja Ampat. Menurutnya, kegiatan olahraga berskala besar sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun, sehingga turnamen ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola daerah.

    ‎“Awalnya kami hanya membuat turnamen ini untuk delapan tim, tetapi antusiasme masyarakat Kabupaten Raja Ampat untuk mencintai sepak bola sungguh luar biasa,” ungkap Melky dalam laporannya.

    ‎Ia menegaskan, penyelenggaraan Trofeo Cup tidak hanya berorientasi pada pertandingan dan perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ajakan kepada berbagai organisasi dan elemen masyarakat agar turut mengambil bagian dalam memajukan sepak bola di Raja Ampat.

    ‎Melky berharap TKBM Terumbu Karang dapat menjadi salah satu organisasi yang ikut mendorong perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, di daerah tersebut.

    ‎“Kami berharap TKBM juga bisa peduli terhadap sepak bola di tanah Raja Ampat. Ini sebagai langkah awal bagi teman-teman atau organisasi besar untuk bersama-sama peduli terhadap olahraga sepak bola di Kabupaten Raja Ampat,” ujarnya.

    ‎Dalam kesempatan itu, Melky menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), atas dukungan materi, motivasi, dan bantuan yang diberikan kepada panitia dalam menyelenggarakan turnamen tersebut.

    ‎Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong terselenggaranya kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dan komunitas sepak bola.

    ‎Melky juga menyampaikan apresiasi kepada tim All Star Kota Sorong yang hadir untuk mengikuti pertandingan eksibisi dalam rangkaian kegiatan Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat 2026.

    ‎Kehadiran tim dari Kota Sorong diharapkan dapat menambah semarak turnamen sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarpemain dan komunitas sepak bola lintas daerah.

    ‎Melalui penyelenggaraan turnamen ini, panitia berharap semangat sepak bola di Raja Ampat kembali tumbuh, semakin banyak organisasi terlibat dalam pembinaan olahraga, serta terbuka ruang bagi para pemain lokal untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi mereka.

    ‎Melky menegaskan bahwa keberhasilan menggelar turnamen dengan partisipasi sekitar 20 tim menjadi dorongan bagi semua pihak untuk terus menjaga keberlanjutan kegiatan olahraga di Raja Ampat, sehingga sepak bola tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan persatuan.

  • Wabup Mansyur Buka Trofeo Cup TKBM, Serukan Sportivitas dan Persaudaraan

    WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Mewakili Bupati Raja Ampat, Wakil Bupati Mansyur Syahdan secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat Tahun 2026 di Stadion Klanafat, Waisai, Jumat (9/10/2026) sore. Pembukaan turnamen ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan sportivitas di tengah masyarakat.

    Dalam sambutan Bupati Raja Ampat yang dibacakannya, Mansyur Syahdan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Terumbu Karang Raja Ampat atas inisiatif menyelenggarakan turnamen tersebut. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

    Bupati Raja Ampat menegaskan, sepak bola bukan sekadar olahraga untuk mengejar kemenangan, melainkan juga sarana pembentukan karakter dan pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang penting bagi pembangunan daerah.

    “Sepak bola bukan sekadar permainan sebelas orang mengejar bola. Sepak bola adalah sekolah kehidupan. Di lapangan kita belajar disiplin, kerja sama, kejujuran, dan menghargai lawan,” demikian pesan Bupati Raja Ampat dalam sambutan yang disampaikan Wakil Bupati Mansyur Syahdan.

    Menurut Bupati, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Raja Ampat. Semangat kebersamaan, disiplin, dan kerja sama tidak hanya dibutuhkan dalam pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan pelaksanaan pembangunan daerah.

    Ia juga memberikan penghargaan kepada para pekerja bongkar muat yang dinilai mampu menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tidak hanya tumbuh di lingkungan pelabuhan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan olahraga.

    “Para pekerja bongkar muat telah menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tidak hanya hadir di pelabuhan, tetapi juga di lapangan hijau,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Raja Ampat berpesan kepada seluruh pemain agar bertanding dengan sepenuh hati, mengerahkan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play.

    Para pemain juga diingatkan agar tidak bersikap angkuh ketika meraih kemenangan dan tidak patah semangat saat mengalami kekalahan. Sebab, esensi olahraga bukan semata-mata meraih trofi, melainkan menjaga kehormatan permainan serta memperkuat persaudaraan antarpeserta.

    “Juara sejati bukan hanya yang mengangkat trofi, tetapi yang menjaga kehormatan permainan dan persaudaraan,” tegas pesan Bupati Raja Ampat.

    Selain kepada pemain, pesan khusus juga disampaikan kepada wasit dan perangkat pertandingan agar menjalankan tugas secara adil dan tegas. Sementara itu, para suporter diharapkan memberikan dukungan secara santun, tertib, dan damai demi menciptakan suasana pertandingan yang aman serta menggembirakan.

    Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk mempererat solidaritas, menumbuhkan kebersamaan, dan menjaga persatuan.

    “ Mari bertanding dengan gembira, menang dengan rendah hati, dan kalah dengan kepala tegak,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Bupati Raja Ampat.

    Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Turnamen Sepak Bola Trofeo Cup TKBM Terumbu Karang Raja Ampat Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka oleh Wakil Bupati Mansyur Syahdan yang mewakili Bupati Raja Ampat.

    Pembukaan turnamen ini diharapkan menjadi momentum untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga di Raja Ampat sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan sportivitas di tengah masyarakat.

  • Asap Tebal Selimuti Kota Sorong, Wali Kota Turun Tinjau Kebakaran di TPA Makbon

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sorong-Makbon selama kurang lebih satu pekan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sorong. Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Jumat (9/10/2026).

    Wali Kota Sorong Septinus Lobat, melihat kondisi terkini sekaligus menentukan langkah penanganan yang perlu segera dilakukan.

    Dalam peninjauan tersebut, Septinus didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, di antaranya perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Saat berada di lokasi, rombongan mendapati sejumlah titik masih mengeluarkan asap tebal. Kepulan asap menyebar di sekitar kawasan TPA dan menambah kekhawatiran terhadap dampak kabut asap yang belakangan mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Sorong.

    Menindaklanjuti kondisi tersebut, Septinus mengatakan pemerintah daerah akan menggelar rapat teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk merumuskan langkah penanganan karhutla. Rapat tersebut diharapkan menghasilkan solusi konkret guna mengendalikan titik-titik api sekaligus mengurangi produksi asap.

    “Setelah kami turun ke lapangan, kami akan mengundang semua OPD teknis untuk bersama-sama mencari solusi agar api atau titik-titik api yang ada di sini bisa dipadamkan. Harapan kami, asap bisa berkurang,” ujar Septinus.

    Ia menjelaskan, kawasan TPA Sorong-Makbon memiliki luas sekitar 10 hektare. Namun, hingga peninjauan berlangsung, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

    Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah dari warga sekitar, kebakaran telah berlangsung selama kurang lebih satu pekan. Kondisi ini membutuhkan penanganan secara terpadu, terutama untuk mengendalikan titik api yang masih aktif dan meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.

    Septinus juga mengakui kebakaran di TPA Sorong-Makbon menjadi salah satu sumber asap yang diduga berkontribusi terhadap kabut asap di Kota Sorong. Meski demikian, ia menyebut kemungkinan adanya sumber asap lain dari sejumlah wilayah, termasuk Raja Ampat, Maybrat, dan Teluk Bintuni.

    Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan turut berdampak pada aktivitas penerbangan. Jarak pandang yang menurun akibat asap berpotensi mengganggu operasional pesawat, baik saat lepas landas maupun ketika hendak mendarat.

    “Ini menjadi tugas berat bagi pemerintah. Kita semua punya tanggung jawab untuk melihat titik-titik api yang menimbulkan asap dan mengambil langkah-langkah agar dampaknya bisa dikurangi,” katanya.

    Pemerintah Kota Sorong, lanjut Septinus, akan memperkuat koordinasi lintas OPD untuk menentukan tindakan yang dibutuhkan sesuai kondisi di lapangan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu memadamkan kebakaran di TPA Sorong-Makbon, tetapi juga menekan penyebaran asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

    Di sisi lain, Septinus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama ketika membuka lahan untuk berkebun. Kondisi cuaca panas dan musim kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla apabila aktivitas pembukaan lahan tidak dilakukan dengan hati-hati.

    “Saya sudah menyampaikan imbauan ini jauh-jauh hari saat apel. Kami dari Pemerintah Kota Sorong memohon kepada seluruh warga agar tidak membakar sembarangan. Ketika membuka lahan untuk berkebun, jangan sampai menggunakan cara membakar,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa paparan asap akibat karhutla berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara dipenuhi asap.

    Dengan jumlah penduduk Kota Sorong yang disebut mencapai sekitar 302 ribu jiwa, Septinus menilai persoalan kabut asap perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru.

    Pemerintah Kota Sorong berharap koordinasi lintas OPD segera menghasilkan langkah konkret untuk menangani kebakaran di TPA Sorong-Makbon. Hingga peninjauan dilakukan, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Pengendalian titik api dan pengurangan kepulan asap menjadi prioritas agar dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

  • Ngopi Bareng di Bandara Deo, Polresta Sorong Kota Serap Aspirasi Sopir Taksi dan Porter

    Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Polresta Sorong Kota terus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui inovasi “Ngopi Bareng Masyarakat” yang mengusung semangat “Kitong Ngopi, Kitong Jaga Kota Sama-Sama.” Program ini menjadi ruang komunikasi terbuka bagi kepolisian dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, membahas persoalan di lapangan, serta mencari solusi bersama demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Program yang digagas Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, S.I.K., M.H., tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersama pengemudi taksi bandara dan porter di Polsek Kawasan Bandara Deo, Jumat (9/10/2026).

    Kegiatan itu dihadiri Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle, S.I.K., M.H., Kabag Ops Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin, S.I.K., M.H., Kasat Binmas AKP Riklof Tutupary, Kapolsek Kawasan Bandara IPTU Sahbudin, serta 15 pengemudi taksi bandara dan porter.

    Mewakili Kapolresta Sorong Kota, Wakapolresta AKBP Gleen Rooi Molle menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

    Melalui komunikasi santai dan dialog langsung, kepolisian ingin membangun kedekatan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian.

    “Melalui Ngopi Bareng Masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu terbuka untuk mendengar aspirasi, menerima masukan, dan membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, sesuai semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kitong ngopi, kitong jaga kota sama-sama,” ujar Gleen.

    Ia menekankan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Sorong bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

    “Keamanan Kota Sorong merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan komunikasi, kepedulian, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin juga memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan layanan kepolisian 110. Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya digunakan untuk melaporkan tindak kejahatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan bantuan kepolisian.

    Ia mencontohkan sejumlah bentuk pelayanan langsung yang telah dilakukan personel kepolisian, di antaranya membantu warga yang mengalami sepeda motor mogok di kawasan reklamasi hingga mengantarkannya pulang ke rumah di Kilometer 12. Polisi juga pernah membantu warga yang mengalami kesulitan melepaskan cincin.

    Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepolisian tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, dalam sesi dialog, salah seorang pengemudi taksi bandara menyampaikan aspirasi terkait keberadaan taksi daring (online) di Bandara Deo. Ia mengusulkan agar kendaraan taksi daring menggunakan stiker khusus sehingga dapat dibedakan dengan taksi konvensional yang beroperasi di kawasan bandara.

    Usulan tersebut dinilai perlu dibahas lebih lanjut melalui komunikasi antara perwakilan pengemudi taksi konvensional dan pengelola taksi daring. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi bersama yang memperhatikan kepentingan para pengemudi sekaligus mendukung ketertiban pelayanan transportasi di Bandara Deo.

    Melalui program Ngopi Bareng Masyarakat, Polresta Sorong Kota berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara polisi dan masyarakat. Pendekatan dialogis ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung, mencegah potensi kesalahpahaman, serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    Dengan semangat “Kitong Ngopi, Kitong Jaga Kota Sama-Sama,” Polresta Sorong Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian, dan mengambil bagian dalam menciptakan Kota Sorong yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua.

  • Satu Abad Injil Masuk Tanah Tehid, Bantuan Rp3 Miliar Disiapkan untuk Peningkatan Fasilitas

    Melanesiatimes.com, Sorong Selatan , PBD — Persiapan menyambut peringatan satu abad Injil masuk di Tanah Tehid, Kabupaten Sorong Selatan, mulai mendapat perhatian melalui dukungan pembangunan infrastruktur dan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas di wilayah tersebut.

    Anggota Komisi III DPRP Papua Barat Daya, Pieter Kondjol, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah memberikan bantuan sekitar Rp3 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung peningkatan fasilitas, terutama akses jalan yang dibutuhkan menjelang peringatan bersejarah pada 27 Januari 2027.

    Hal tersebut disampaikannya menyusul kunjungan kerja Komisi III DPRP Papua Barat Daya ke Kampung Wersar dan Tapiri, Jumat (9/10/2026). Kunjungan dipimpin Ketua Komisi III, Max Hehanussa, bersama sejumlah anggota komisi.

    Menurut Pieter, peringatan satu abad Injil masuk di Tanah Tehid menjadi momentum penting bagi masyarakat Sorong Selatan. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan keberadaan aset yang memiliki nilai sejarah, keagamaan, pemerintahan, serta adat perlu mendapat perhatian bersama.

    Ia menjelaskan, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi para anggota DPRP untuk melihat langsung kondisi sejumlah aset sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di Kampung Wersar dan Tapiri.

    Pieter menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi III DPRP Papua Barat Daya yang telah mengunjungi wilayah tersebut. Ia menilai perhatian melalui kunjungan lapangan diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara langsung.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Komisi III DPRP Papua Barat Daya yang telah datang ke Kampung Wersar dan Tapiri untuk melihat aset-aset gereja, pemerintah, serta yang berkaitan dengan kehidupan agama dan adat,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Sorong Selatan terhadap peningkatan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dalam menyambut perayaan satu abad Injil masuk di Tanah Tehid.

    Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting karena akan menunjang mobilitas masyarakat maupun tamu yang diperkirakan menghadiri peringatan tersebut.

    Pieter berharap dukungan anggaran dan perhatian pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga fasilitas yang dibutuhkan bisa dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    Selain infrastruktur, ia menilai peninjauan aset-aset bersejarah dan keagamaan juga penting untuk memastikan keberadaan serta nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya tetap mendapat perhatian.

    Ia menegaskan, persiapan menuju 27 Januari 2027 membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRP, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat setempat.

    Dengan dukungan dan koordinasi yang baik, Pieter berharap peringatan satu abad Injil masuk di Tanah Tehid tidak hanya berlangsung dengan lancar, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan fasilitas dan perhatian terhadap aset-aset penting di wilayah tersebut.

  • Udara Tak Sehat Mengintai, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Bupati Terapkan Imbauan Belajar Daring

    WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Ketua DPRK Raja Ampat, Moh Taufik Sarasa, S.T, mendesak Bupati Kabupaten Raja Ampat segera mengeluarkan imbauan pembelajaran secara daring menyusul ancaman kabut asap Karhutla dan prediksi kualitas udara yang berpotensi memburuk.

    ‎Permintaan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik apabila kondisi udara tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka berlangsung dengan aman.

    ‎Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Sorong pada 6 Oktober 2026 pukul 11.00 WIT, konsentrasi PM2.5 tercatat 58,75 µg/m³ dengan ISPU 104, yang masuk kategori Tidak Sehat.

    ‎Kondisi itu diperkuat informasi Fire Weather Index (FWI) BMKG pada 5 Oktober 2026 yang menunjukkan sejumlah wilayah di Papua Barat Daya memiliki tingkat intensitas api kategori Tinggi hingga Sangat Tinggi.

    ‎Sementara prediksi kualitas udara 9–11 Oktober 2026 menunjukkan Raja Ampat berada pada kategori Sedang pada 9 dan 10 Oktober, namun diprediksi meningkat menjadi Tidak Sehat pada 11 Oktober dengan konsentrasi PM2.5 55,5–150,4 µg/m³.

    ‎“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita harus menjadi pertimbangan utama. Kalau kondisi udara belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, Bupati perlu mengambil langkah antisipasi dengan mengeluarkan imbauan pembelajaran secara daring,” tegas Taufik.

    ‎Ia meminta skema tersebut disiapkan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat hingga perguruan tinggi, dengan menyesuaikan perkembangan kualitas udara.

    ‎Taufik menegaskan pembelajaran daring bukan berarti menghentikan proses pendidikan, melainkan bentuk penyesuaian selama kondisi lingkungan belum aman.

    ‎“Pembelajaran tetap berjalan, tetapi metode pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi. Jangan menunggu sampai kondisi benar-benar parah. Pemerintah harus hadir lebih dulu untuk melindungi anak-anak dan masyarakat,” pungkasnya.

    ‎

  • Wujud Kepedulian, Polda PBD Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Warmon Kokoda

    Melanesiatimes.com, Aimas PBD — Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali ditunjukkan Polda Papua Barat Daya. Mewakili Kapolda Papua Barat Daya, Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., memimpin penyaluran bantuan air bersih kepada warga Kampung Warmon Kokoda SP 3, Kamis (8/10/2026).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIT tersebut turut diikuti sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kebutuhan warga, khususnya akses terhadap air bersih.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Papua Barat Daya, Karo SDM, Dansat Brimob Polda Papua Barat Daya, Dirpamovit Polda Papua Barat Daya, personel Polsek Aimas, serta Kepala Kampung Warmon Kokoda.

    Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Papua Barat Daya terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih,” ujar Kompol Jenny S.A. Hengkelare.

    Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran Polri secara langsung di tengah warga.

    “Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk terus memberikan pelayanan secara langsung,” tambahnya.

    Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda Papua Barat Daya berkoordinasi dengan pemerintah kampung dan masyarakat setempat untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

    Kehadiran Wakapolda bersama jajaran PJU Polda Papua Barat Daya juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya merespons kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

    Penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat.