Blog

  • Modal Kerja Keras, VBL Yakin, NTT Maju dan Berkembang

    MELANESIATIMES.COM – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meyakini Provinsi NTT akan maju dan berkembang asal pemimpin dan masyarakatnya bekerja lebih keras lagi.

    Modalnya, kerja keras. “Karena itu  saya bersama Pak Wagub NTT menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Mari kita bekerja lebih keras lagi di tahun 2020,” tandas Gubernur Viktor dalam sambutan di acara pesta rakyat di alun-alun rumah jabatan Gubernur di jalan El Tari Kupang, Selasa (31 Desember 2019.) Lalu

    Gubernur Viktor meyakini pihaknya bersama Wagub NTT akan bekerja lebih keras dan meyakini Tuhan akan menyertai di tahun yang baru, tahun yang masih dibalut misteri atau rahasia.“

    Keyakinan iman menjadi alat satu-satu nya untuk membedah berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat. Saya berkeyakinan provinsi ini akan berubah. Kalau peminpinnya bodoh daerah ini tidak akan maju. Tetapi kalau peminpinnya pintar dan bekerja keras dengan model pelayanan publik hrs dengan cara-cara modernisasi. Itu perintah,” tandas Gubernur Viktor.

    Dikatakan, Provinsi NTT mempunya masa depan yang lebih baik; kalau kita bekerja lebih keras lagi. “Cara berpikir yang hebat dan harus yakin bahwa Tuhan senantiasa menyertai usaha kita,” kata Gubernur.

    Di tempat yang sama Waka Polda NTT, Brigjen Pol Johny Asadoma meminta agar masyarakat taat azas. Sehingga dapat mengurangi berbagai kejadian yang menonjol di tengah masyarakat. “Harus ada resolusi atau komitmen dari masyarakat untuk taat hukum,” tandas Waka Polda.

    Acara pesta rakyat juga dimeriahkan artis nasional dan lokal NTT. Juga doa bersama lima pemimpin agama yakni Katolik, Kristen, Islam, Hindu dan Budha.

    Valeri Guru/Kasubag Pers dan PPU Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

  • Gubernur NTT Terlibat Dalam Aksi Menanam 2000 Pohon

    MELANESIATIMES.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa dengan iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, maka Provinsi ini kedepan akan menyumbangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat berlimpah untuk Republik ini.

    Hal ini, dikatakan oleh Gubernur Laiskodat saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020.)

    Gubernur mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan oleh Bank Dunia belum lama ini, menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu, bahkan satu – satunya Provinsi di Republik ini yang selain memiliki iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, juga memiliki kecepatan angin yang sangat konstan di sepanjang pantai di NTT. “Rizet yang mengatakan demikian,” ungkap Gubernur.

    YouTube : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

  • Presiden Jokowi Resmikan Stasion TVRI Papua Barat

    Melanesiatimes.com – Dimomen Sumpah Pemuda, Presiden RI meresmikan TVRI Papua Barat sebagai Stasiun TVRI ke 30. Peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi 92 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928 merupakan sebuah peristiwa penting yang sangat bersejarah.

    Saat itu, Para Pemuda dari seluruh penjuru Nusantara menyaksikan berbagai perbedaan di antara mereka, baik suku, Agama, maupun bahasa daerah, untuk bersumpah menjadi Indonesia yang satu tanah air, satu Bangsa, dan satu Bahasa.

    Saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 92 secara virtual Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang terjadi 92 tahun silam, harus tetap ada pada saat ini untuk menghadapi dunia yang berubah dengan cepat dan penuh dengan persaingan.

    Kini, 92 tahun telah berlalu, semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala menghadapi dunia yang berubah dengan cepat, ujar Presiden RI.

    YouTube : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

  • Jagung Bose

    Kupang, NTT – Jagung menjadi salah satu makanan pokok warga Kupang, Nusa Tenggara Timur. Olahannya pun amat khas, yakni menu santapan bubur jagung alias jagung bose.

    Jagung bose adalah sebuah olahan jagung berupa bubur jagung unik yang juga merupakan hidangan tradisional dari Nusa Tenggara Timur. Bubur yang juga mengandung campuran daging se’i ini biasa juga dimakan bersama ikan bakar sebagai ganti nasi.

    Dalam hidangan ini juga, terkandung campuran kacang merah dan kacang tanah di dalamnya. Kesan gurih yang ada pada bubur ini, dikarenakan hidangan ini mengandung juga santan kelapa.(Wikipedia)

  • Dua Ciri Khas, Basudara di Kupang

    Melanesiatimes.com– Setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda dan unik antara satu dengan yang lainnya. Baik dari adat istiadat,makanan, gaya hidup dan seterusnya.

    Berikut adalah dua ciri khas yang terdapat dalam kehidupan basudara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang begitu unik dan nyentrik.

    Gaya Rambut Ala Rock

    Masyarakat Local Kupang khususnya yang laki-laki mulai dari anak kecil sampai dewasa suka dengan gaya rambut ala “rock” atau “puck” yaitu dengan potongan rambut yang nyentrik, seperti jambul kakak tua.

    Ciri Khas Penduduk Lokal yang Skinny

    Penduduk lokal berkulit gelap, rambut ikal dan keriting, dan rata-rata gadis Kupang atau dipanggil “Nona Kupang” itu skinny (kurus). Warna kulit orang Kupang gelap kerena kondisi alam Kupang yang panas dengan iklim pantai, air Kupang juga merupakan air kapur sehingga untuk mandi tidak terasa keset. (winnymarlina.com)

  • Pemuda Masa Kini Jangan Baperan dan Cemen

    By: Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH.

    MELANESIATIMES.COM – 28 Oktober menjadi tanggal bersejarah yang selalu diperingati setiap tahunnya. Ikrar para Pemuda Pemudi di Nusantara yang merupakan semangat cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Sumpah Pemuda menegaskan pengakuan tumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia.
    Semangat Putra Putri Indonesia saat itu dalam asa untuk mendirikan Negara Indonesia, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan melawan kolonialisme dan penjajahan di bumi pertiwi. Berbeda dengan saat ini, semangat Putra Putri Indonesia justru disalurkan untuk hal-hal yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

    Jika Pemuda zaman itu telah berjuang mencapai kemerdekaan, maka tugas pemuda saat ini adalah bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan membangun karya-karya agar dapat berkompetisi secara global. Sebagaimana pernyataan Bung Karno, Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Hal itu bukan sekedar kata namun memiliki makna yang dalam, bung Karno percaya Pemuda Indonesia layak untuk bersing dengan negara-negara lain di dunia.

    Sumpah Pemuda mestinya mengingatkan kita pada kewajiban untuk membangun bangsa dan menjaga kerukunan dan persatuan, serta menjaga nilai-nilai luhur yg terkandung di dalam Sumpah Pemuda. Pemuda saat ini sangat “cemen dan baperan” sehingga mudah terprovokasi untuk melakukan demonstrasi. Maka, momentum Sumpah Pemuda ini jangan sampai menjadi ajang “unjuk rasa” yang malah membawa pemuda pada kegiatan tidak produktif dan mengganggu ketertiban umum.

    Sudah saatnya Pemuda Pemudi merubah cara penyaluran aspirasi dari demonstrasi kepada dialog, musyawarah agar tercapai mufakat. Cara-cara Musyawarah dan Mufakat adalah ciri dan prinsip Negara Indonesia. Melakukannya sebagai penyelesaian dari identifikasi masalah merupakan bentuk Nasionalisme. Nasionalisme tidak terlihat dari demonstrasi atas ketidaksetujuan dengan pandangan pemerintah. Jika terjadi perbedaan pendapat maka salurkanlah melalui dialog dengan pemerintah dan legislatif secara damai dan/atau melalui lembaga-lembaga hukum sesuai kewenangannya sebagaimana yang diatur didalam demokrasi konstitusional Indonesia.

    Pemuda saat ini harus menjadi agen masyarakat yang membangun peradaban dengan Intelektual yang konstruktif dan dinamis. Pemuda harus menjadi orang-orang yang berprestasi, mengembangkan kemampuan dan skill sehingga melahirkan karya sebagai wujud visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa terdepan di masa yang akan datang. (Dr.K/a)

  • Daftar Kejadian Berikut ini, Bertanda Lengsernya Rezim Joko Widodo dan PDI – Perjuangan

    MELANESIATIMES.COM – Ada kepercayaan masyarakat bahwa banyaknya bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini sebagai sebuah pertanda. Ada yang mengaitkan dengan masalah politik, ada juga yang menganggapnya sebagai fenomena alam biasa.

    Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan erupsi Gunung Merapi akan terjadi dalam waktu dekat.

    “Erupsi Merapi berikutnya sudah semakin dekat,” ujar Hanik dalam konferensi virtual, Senin (26/10), dalam memperingati 10 tahun erupsi besar Gunung Merapi 26 Oktober 2010.

    Pasalnya, menurut Hanik aktivitas vulkanik Gunung Merapi semakin intensif. Berdasarkan data, rata-rata gempa vulkanik dangkal sebanyak 6 kali per hari. Sedangkan gempa multiface sebanyak 83 kali per hari. (CNN Indonesia.com)

    Kejadian ini dianggap sebagian masyarakat sebagai pertanda akan berakhirnya rezim Joko Widodo atau PDIP dalam kekuasaan.

    Kita lihat kebelakan, tanda-tanda Soeharto jatuh pada 1998 juga sudah banyak orang Kejawen memperkirakannya. Yaitu saat Gunung Kelud meletus pada 1990. Tidak pernah jelas kenapa orang Jawa selalu melihat bahwa letusan Gunung Kelud membawa tanda sebagai perubahan politik.

    Gerakan mahasiswa yang muncul sebagai kekuatan social mahadahsyat hadir di mana-mana yang berujung pada peristiwa tewasnya banyak aktivis bersamaan dengan kerusuhan Mei 1998. ABRI waktu itu menjelma menjadi alat penguasa yang sangat represif, dan dengan santainya melakukan tindakan melanggar HAM yang sampai saat ini kasusnya tidak pernah jelas dan tak satu pun pelakunya dijebloskan ke penjara.

    Kini di tangan Joko Widodo pula Polisi sudah dijadikan alat represif massa dengan mengeluarkan protap tembak di tempat bagi pelaku anarkis (yang belum bisa diklarifikasi maksud anarkisnya). Dengan protap ini tampak sekali bagaimana polisi semakin sewenang-wenang dalam penanganan para demonstran yang menyuarakan aspirasi sebagian rakyat (lihatlah penembakan anarko, mahasiswa, buru dan pelajar pada aksi menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law berujung kisruh atau chaos, baik di Jakarta maupun daerah.

    Pada masa Joko Widodo ini pula harga-harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi, perekonomian stagnan, pengangguran bertambah tiap tahunnya, lapangan kerja tidak ada pertambahan, dan angka penduduk miskin tidak berkurang.

    Makin ruwet lagi, lambannya rezim Joko Widodo menyelesaikan masalah-masalah publik seperti Kasus HAM di Papua, Skandal Korupsi, belum lagi bencana COVID19 dan banyak masalah tidak terselesaikan melainkan dibiarkan begitu saja sembari menunggu masyarakat lupa.

    Itulah beberapa catatan buat masyarakat indonesia, sebagai referensi dalam gerak langkah menuju Indonesia berkeadilan dan beradab.

  • Pusat Pependaratan Ikan Terbesar di Sulawesi Tenggara

    MELANESIATIMES.COM – Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS – Kendari) sebagai salah satu pusat pendaratan ikan terbesar di Sulawesi tenggara melaksanakan kegiatan sosialisasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) kepada Nakhoda kapal perikanan, kelompok nelayan, unit pengolahan ikan dan instansi terkait, Rabu (21/10/2020).

    Program ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan mulai dari pra produksi, distribusi dan sampai ketingkat supllier serta unit pengolahan ikan, agar dapat di terima di pasar Internasional dan domestik.

    Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Kepala PPS Kendari Ir. Mansur, MM sekaligus penyerahan secara simbolis Sertifikat CPIB dan Sertifikat SKPI bagi nelayan yg telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan Lulus, dilanjukan memberikan paparan tentang Penerapan Sertifikasi CPIB Perikanan Tangkap Di PPS Kendari.

    Pemateri pada kegiatan sosialisasi Kepala bidang operasional pelabuhan dan kesyahbandaran Recky Pangemanan, S.St.Pi.,M.Si dengan materi CPIB di atas kapal dan di Pendaratan di Pelabuhan Perikanan, dan dilanjutkan dengan Materi CPIB Supplier Oleh Bpk. Tamrin dari Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kendari.

    Dengan harapan kebijakan dan aturan Penerapan Penanganan Ikan yang Baik dan Benar dapat di mengerti, dipahami, disosialisasikan serta paling penting dilaksanakan.

    #ppskendariluarbiasa

  • Mahasiswa Desak,Bupati Segera Copot Kepala Penghubung Kabupaten SBT

    MELANESIATIMES.COM – Penggelolaan Birokrasi dan Pelayanan Birokrasi Pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Dibawah Kepemimpinan Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri paling bobrok. Selain pengelolaan dan pelayanan birokrasi, komunikasi ke masyarakat lebih bobrok.

    Hal tersebut terlihat di Kantor Perwakilan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Jakarta, “bayangkan saja selama pandemi masyarakat terutama mahasiswa asal SBT yang kuliah di Jakarta dan sekitarnya tidak mendapatkan sentuhan dari pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ujar, Ketua FORMAT SBT Jakarta, Jufri Rumaratu, Kamis, (22/10/2020).

    Selain itu, ketika kami menyambangi Kantor Perwakilan yang berada tepat di Wisma Maluku, Jalan Kebon Kacang Raya (No.20), Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia. Selama kurang lebih dua bulan terakhir dalam keadaan kosong alias tertutup terus. Tutur Jufri, saat berbincang dengan tim redaksi melanesiatimes.com

    Kabarnya sekitar tanggal 20 September 2020, kantor Penghubung SBT sudah tidak ada aktifitas hingga hari ini.

    “Tidak ada staf atau pegawai perwakilan yang bekerja, tidak terlihat biji mata mereka, “bagaimana mau lihat,kantor saja kosong dan tertutup, bagaikan kamar mayat. Tegasnya

    Jikalau keadaan seperti ini, lebih baik kantor penghubung di bubarkan saja, atau di kembalikan ke daerah saja, karena “tidak ada gunanya bagi rakyat.”

    “Bagaimana Kabupaten mau maju, kalau pewagai atau orang – orang yang ditunjuk mengurusi kantor tersebut tidak ada berada ditempat.”

    Untuk itu, kami meminta Bupati Seram Bagian Timur (SBT) segera evaluasi atau mencopot kepala penghubung dan stafstafnya. Karena tidak ada gunanya untuk daerah atau rakyat Seram Bagian Timur (SBT). Ujar, Jufri

    Selain itu, kepala kantor penghubung disinyalir dan terindikasi, berada di Daerah untuk melakukan kampanye terselubung terkait kemenangan salah satu Calon Bupati pada pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Tutupnya

  • Memilih SMS, Petaka Baru Untuk Buru Selatan

    MELANESIATIMES.COM – Calon Bupati Kabupaten Buru Selatan Safitri Malik Soulissa (SMS) dinilai tidak layak menjadi pemimpin di kabupaten dengan tajuk Lolik Lalen Fedak Fena itu. Demikian juga Safitri Malik dikhawatirkan menjadi mala petaka baru untuk masa depan pembangunan kabupaten bupolo tersebut.

    Safitri dinilai tidak bisa berbuat apa-apa dalam menjawab masalah dan tantangan pembangunan kabupaten buru selatan dan aspirasi masyarakat semasa menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku periode 2014-2019. Padahal, ia bersama suamninya bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa (Tagop) menjabat selama 10 tahun, harusnya sinegitas untuk menata daerah dan masa depan pembangunan di kabupaten itu terbangun. Nah ini kan tidak ada. Kata Ibrahim Malik Fatsey melalui pesan selulernya, Jumat, (23/10/2020)

    Di lain sisi, lanjut ibrahim banyaknya kegagalan yang pernah ditorehkan olehnya yang membuat safitri dianggap tidak pantas memimpin buru selatan ke depannya. Namun menurutnya, hal demikian sangat di tentukan oleh kesadaran masyarakat sebagai pemilik sah suara demokrasi pilkada.

    “Kabupaten buru selatan memang masih banyak yang perlu di benahi. Ditangan masyarakat buru selatanlah masa depan itu terbangun. Saya hanya mengingatkan bahwa memilih karena prestasi dan kebaikan seseorang itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Seperti halnya terjadi pada Safitri tidak kurang gagalnya semasa menjabat wakil rakyat di maluku periode 2014-2019” Ungkapnya

    Banyaknya pengangguran dan kurangnya lapangan pekerjaan di kabupaten buru selatan menjadi momok menakutkan bagi masa depan generasi di daerah tersebut. Tagop (bupati) dan safitri (SMS) yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD provinsi maluku memang tidak perduli dengan hal demikian. Kendati demikian, kampanye politik Safitri (SMS) dan Kampanye Pemerintahan Tagop berhasil dalam pembangunan adalah kebohongan yang sengaja mau dipelihara.

    “Pembangunan apanya ? Melihat kekayaan SDA dan SDM yang dimiliki buru selatan harusnya benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Tagop selama 10 tahun kepeminannya. Namun faktanya kan tidak, masyarakat jangan hanya melihat sisi sempit dan hal yang sesaat saja. Melainkan jauh dari itu yakni masa depan buru selatan dan generasi. Hal yang mesti dikhawatirkan dan butuh pengawalan ketat adalah jangan sampai safitri akan main politik kotor dengan membeli suara. Ini hal yang perlu diantisipasi” Kata Ibrahim

    Selain itu juga, ia menyinggung kegagalan tagop dalam menumbuhkan semangat keagamaan di tanah bupolo terebut. Kegagalan tersebut ditandai dengan tidak adanya Masjid Raya dan Gereja Akbar di kabupaten Buru Selatan selama 10 tahun kepemimpinanya.

    “Ini penting, sebab apa ? Masyarakat buru selatan hidup dengan adab adat istiadat dan agama yang kuat. Sekalipun hanya makan kasbi atau patatas, soal agama dan peribadatan apapun bisa direlakan” Tuturnya

    Kegagalan itu dinilai menjadi momok sejarah buruk yang dikhawatirkan akan dilanjutkan oleh Safitri Malik Soulissa (SMS) sebagai calon bupati yang juga berpasangan dengan Gerson Eliaser Silsily (Ges).

    “Masyarakat harus sadar dengan pilihannya nanti. Tidak hanya memilih karena tuntutan kenegaraan, melainkan memilih dengan harapan besar untuk perubahan pembanguan baik SDM dan SDA yang dikelola dengan baik untuk masa depan buru selatan” Harapnya

    Lebih jauh, dirinya juga menyinggung kurangnya pendidikan politik yang dilakukan disana. Menurutnya, pudarnya kesadaran politik dikhawatirkan justru menjadi senjata mematikan untuk masa depan buru selatan.

    “Kurangnya pendidikan politik di kalangan masyarakat, bisa menjadi suatu yang sangat berbahaya untuk masa depan buru selatan kedepannya. Pendidikan politik mestinya dilakukan bukan hanya saat momentum politik misalnya pemilu dan pilkada, melainkan jauh sebelum itu juga sudah dilakukan. Nah masalah ini dalam momentum pilkada ya sangat diberatkan tugasnya ke Bawaslu dan KPU, juga partai politik, setelahnya baru keikutsertaan kaum pendidikan untuk memberikan stimulus pendidikan politik.”

    Fatsey berharap, masyarakat buru selatan tidak mudah dimanfaatkan untuk kepentingan yang berujung profokatif. Rentang pilkada sering kali terjadi profokatif. Hal yang perlu selalu diingat adalah wujud kabupaten terebut untuk anak cucu (generasi) para tetua buru selatan.

    “Banyak harapannya sebenanya. Terpenting masyarakat jangan salah memilih dan menilai bahkan juga tidak mudah terprofokasi dengan sentimen isu-isu yang di bangun. Hanya Allah Swt tuhan yang maha kuasa katong hanturkan cita-cita dan harapan. Semoga masyarakat buru selatan tetap menjaga keistimewaan buru selatan yang ada dan menjaga persatuan dan kedewasaan hidup basudara. Insya Allah” Tutup Ibrahim